appolia

Archive for the ‘Sehari-hari’ Category

Indonesia the Dangerously Beautiful Country

In Nasionalisme, Ragam, Sehari-hari on December 18, 2007 at 2:52 pm

Foto-foto ini didapat dari kiriman Aish dari Turki (gw ikutan milisnya orang Turki), namanya Canimgrubum. Gw juga kagak ngerti apaan artinya dan banyak postingan berbahasa Turki. Cuma ini yang paling berkesan:

Postingan tentang Indonesia

Read the rest of this entry »

Gerakan “Bawah Tanah”

In Nasionalisme, Sehari-hari on December 18, 2007 at 2:03 pm

Banyak orang yang sudah tidak sabar Indonesia bangkit lagi, termasuk gw, koh Acai dan mungkin Anda juga. Terutama, yang besar di jaman orde baru. Karena gw melihat, anak yang besar di jaman reformasi gak terlalu peduli dengan bangsa ini (IMHO, CMIIW). Gw, sabtu-minggu kemaren menghabiskan waktu ke tempat ko Acai. Dia juga tidak sabar melihat Indonesia maju: “Kok, bisa gini ya Az…”.

Read the rest of this entry »

Melihat Matahari tenggelam di kosan

In Sehari-hari on December 12, 2007 at 9:12 pm

Ah,sudah sebulan ini sepertinya gw lupa gimana matahari tenggelam dikosan gw.
Gw berangkat dari jam 8 ato 7.30 dari kos, pulang sekitar jam 7 atau jam 7.30 malam.
Mungkin gw harus segera menghentikan rutinitas gila ini. Tadi sore gw balik jam 5.15 dan alangkah indahnya dikosan ‘lebih awal’.Gw bisa masak dan makan pecel lele, nonton tv dan sempet mampir k toko buku.
Btw,pas magrib tadi tiba2 mangkok yg gw cuci retak & pecah,ngegores jempol.Apa ya?

Alasan itu selalu bisa dibuat, kan?

In Di Kantor, Kerjaan, Ragam, Sehari-hari on December 12, 2007 at 11:04 am

Ada artikel bagus, dapet dari milis (itu lho… penyanyi terkenal tahun lapan puluhan). Masih nyambung sama kesalahan kemaren (hik hik hik). Baca postingan Gloomy Day deh.
Sekarang sih programnya udah di go-live-kan.
Masalah satu telah terlewati.
Sekarang tinggal gimana caranya bisa download film korea 200 pounds beauty dari megavideo (hehehe, gak nyambung ya?).

Oya, satu hal lagi, kayaknya gw bakal sering ngepos blog gw deh. Gw baru nemu barang baru berkenaan dengan wordpress. Gw bisa posting lewat hp gw lewat http://m.wordpress.com. Hm… sama kayak di blogspot yang lewat email, kali ini gw bisa posting walopun gw berada di gunung sekalipun.

Wilujeng baca artikelnya.

——————————————————————————–

Alasan itu selalu bisa dibuat, kan?

Akan selalu saja ada alasan untuk melogiskan sebuah penolakan.
Akan selalu saja ada alasan untuk melakukan sesuatu yang tidak baik.
Akan selalu saja ada alasan, untuk sebuah kejahatan… jadi “seolah-olah”
benar. Yah jadi “seolah-olah” tepat.

Kenapa kamu kok ga dateng ke meeting ini?
Duuuh sibuk, kurang enak badan, kecapean, de el el…
Kamu ini nampaknya bener2 sibuk kerja sekali ya?
Yah begitulah
Tapi kok masih sempet jalan2, chatting, ngobrol?!?

Contoh lain….
Kenapa kok kamu ga masukin orang ini dalam teammu?
Dia ga punya pengalaman apa2, kita kan perlu orang yang memenuhi kualifikasi
dong.
Orang yang ini sangat capable kok, kenapa kamu ga terima?
Yah qta kan mau berikan kesempatan pada orang2 baru.

Kenapa kok kamu berbuat begitu “kejam” ke orang itu?
Ini demi kebaikan dia kok. Supaya dia sadar akan kesalahannya…

Kenapa kok kamu sering banget datang telat?
Bus macet, kesiangan banyak kerjaan jadi begadang sampai pagi, dan beraneka
alasan lainnya.

Sebuah alasan bisa saja logis dan bisa diterima akal sehat ketika sekali dua
kali alasan itu disampaikan. Setelah itu jika kesalahan serupa masih terjadi
berarti masalahnya bukan alasan. Masalah dah ada di tingkat karakter…

Bahkan untuk hal2 yang jelas salah, mungkin aja kalo mau dirasionalisasi dan
dilogiskan bisa kok…

Kenapa kok kamu mencuri barang orang? Itu kan dosa…
Dia terlalu kaya. Saya melakukan ini demi pemerataan pendapatan dan keadilan
sosial.

Kenapa kok kamu membunuh?
Saya tolong orang itu supaya cepat bertemu dengan Tuhan-Nya.

Kenapa kamu berpoligami?
Ini untuk mengetes kesetiaan dan kemurnian hati pasangan saya.

dan lain-lain… dan lain2…

Semuanya relatif… Meski sesungguhnya untuk sesuatu yang salah tetap
haruslah salah adanya…

Sikap yang tidak komit tetaplah tidak komit. Itu ada di masalah karakter…
Masalah ada di dalam diri orang, bukan di luar…

Perkara menolak tetaplah menolak…
Betapapun kita mencoba merasionalisasi segala sesuatu menjadi terasa logis.
Mencari-cari alasan sedemikian rupa sehingga kelihatan valid dan objektif.
Tetap saja sisi subjektivitas pastilah ada… Tidak mungkin dipungkiri, itu
wajar dan itu normal kok. Bukan untuk disembunyikan… tp faktor itu toh
masih mungkin untuk ditekan.

Ketika kamu berpikir bahwa kamu sudah cukup objektif dalam menilai orang,
yah biasanya saat itulah kamu sama sekali bersikap tidak objektif.

Terkadang saya bertanya kenapa yah ngga banyak orang mau mengakui kelemahan
diri… dan berkata…
Ini salah saya, saya akan memperbaiki diri dari posisi yang ada sekarang..
Saya keliru, maafkan saya. Yah memang jarang ada kata2 semacam itu yang
diucapkan dengan tulus, bukan sekedar basa-basi untuk menarik simpati.

Kenapa sih ya manusia harus mencari alasan?

Yah, mungkin saja karena memang manusia itu tak pernah mau disalahkan…
Lagian, untuk setiap kesalahan… alasan itu selalu bisa dibuat, kan??
seperti keadaan kepemimpinan dan masyarakat indonesia saat ini sering
membuat alasan untuk membenarkan yang salah… ayo kita mulai gerakan
kembali ke hati nurani, untuk diri sendiri, masyarakat, dan bangsa
indonesia….mari sukses bersama…

“lebih baik mengakui kelemahan dan kesalahan untuk diperbaiki, daripada
menutupi yang akan membodohkan kita terus….”

” Ayo akuilah kelemahan kita untuk kebaikan kita, Beranilah berkata jujur
walau itu menyakitkan”

Gloomy Day

In Kerjaan, Sehari-hari on December 7, 2007 at 10:38 pm

Hello Guyz (apa Gay? same thing anyway).

Cuman sharing sesuatu. Gw sekarang lagi stress berat. Gara2 salah prosedur gw dimarah2 sama orang indosat. Ya…h, lain kali kalo gw disuruh sesuatu gw bakal nagih sesuatu berupa surat keterangan ato apalah itu (HARD COPY), dan gw gak bakal ngerjain kalo cuma dikasih email fordwardan dari bapak si anu ato bentuk softcopy lainnya. Semoga bisa jadi bahan pelajaran temen2 yang lain.

Second thing. In Jakarta, setiap meter, setiap sentinya jejak2 yang ada di jakarta adalah penentu kebijakan di semua daerah atopun pulau2 seluruh Indonesia. Termasuk setiap Kubikal. Dan kemaren dari kubikal gw, gw menyebabkan wrong decission which is 1% dari karyawan Isat seluruh Indonesia (sekitar 32 orang/dalam rentangan waktu 1 jam, masuk/ assigned ke kebijakan policy bikinan gw (di log record di database lumayan besar(64)) dan gw mesti mempertanggung jawabkan itu) yang sebenarnya tugas itu masih dalam omongan dan bentuk email.

Dari situ (in conclussion), gw sadar, kalo suatu hari nanti kita mesti akan di hisab (dihitung amal baiknya either masuk surga atau bukan surga (you know what)). Kalo misalkan kejadian kesalahan (khilaf lebih tepat) itu bisa ke log sekitar 64, gimana log2 kesalah gw?

For those who know IT know this syntax:

DELETE FROM TABEL_AKTIFITAS_HARIAN WHERE JENIS = ‘DOSA’

Itu kalo di dunia. Entah nanti kalo gw diakhirat gimana. Sedangkan dari kekhilafan 1 jam aja udah ada 64 record bagaimana kalo selama seumur guwa (Sama-sama merenung dikit my friends biar lebih dramatis, jreng! jreng! jreng!).

Ya…ah gw ambil hikmahnya aja. Kalo gw gak salah sekarang, mungkin 20 tahun nanti gw akan membuat kesalahan yang lebih besar dari ini. Dan tau kenapa hal ini terjadi? Karena gw belum pernah salah tentang hal ini di masa lalu. Gw make a note for it.

So, ini sebenarnya kesalahan gw karena gw terlalu percaya (kalo emang gw beralasan ini itu, gw itungannya gw masih vendor dan kelihatan dak mau salah). Emang gw salah dan belum menyadari prosedure-nya bagaimana. So, guyz (guuyz? gayz?), kalo dimarahin orang, setidaknya ucapkan satu kata: “Ya”. Dijamin gak bakal ada kata2 lanjutan dari pada anda memperpanjang diri anda dengan beralasan.

Thats from me.

Ciyaw….

The Inspiring Person and The Inspiring Personality

In Sehari-hari, Terlintas on December 7, 2007 at 10:54 am

Kemaren kebetulah adalah Inspiring day. Kebetulan gw bertemu lagi temen SMA gw dulu Delano dan malamnya gw nonton Mario Teguh. Dari dulu si Del gak berubah, masih bersemangat dan menggebu-gebu, tapi gw bisa liat dari matanya kalo dia udah ‘sadar’. Dan kemaren dia cerita kalo ternyata dia emang udah sadar setelah semester 3.

Del: Del… sadar Del… (sambil tepak-tepok pipinya sendiri).

Del: Lo tau za, dari dulu, dari gw SD sampai SMP gw jadi sampah lah. Udah panuan,kecil,bodoh. Ada cewe cantik, bersih, pinter pernah gw tembak pas SD dan dia bilang: sapa sih lo, gitu kira2. Terus gw masuk TN, masih aja gw jadi sampah. Dan gw bercita-cita gini Za, gw mau ada di puncak piramida terbaik, satu-satunya yang berdiri diantara terbaik (sambil membentuk tangannya piramida). Disini Za, disini, paling atas ini. Gw sadar dan bangun pas gw semester 3. Gw pengen buktiin itu semua, dan gw pengen cewe2 bertekuk lutut. Oh… Delano. Gw pengen terbaik dari semua hal, enatah itu uang, ketampanan, semuanya Za.

Gila, si delano telah menginspirasi gw apa cita2 gw sebenarnya. Pertemuan singkat dan membangkitkan lagi cita2 dan mimpi gw.

Del: Za, gw kemaren baca-baca email. 100 fakta, termasuk kita tidak bisa menjilat siku kita sendiri. Sama ada hal lagi, kalo kudanya mengangkat 2 kaki, berarti orang itu gugur dimedan perang. Kalau mengangkat satu kaki, berarti cuman terluka di medan perang.

Gw, nyela: sama kayak Nobunaga.

Del: Iya, si Nobunaga mati karena bunuh diri, kepalanya dilarikan, kepala kan kehormatan Za (sama-sama penggila taiko ketemu).

Del: Gw lanjut ni Za, gw pengen bikin patung yang kakinya mengangkat 2. Gw pengen mati di medan perang. Habis2an sekarang. Gw sekarang menghadapi ketakutan terbesar gw, seperti dalam perang, gw mau habis-habisan Za. Gw gak bisa network dan programming, tapi gw mau buktiin ke projek manajer gw kalau gw bisa, gak bodoh. Gw pengen mukul balik dia dengan: Pak ini lo saya bisa, saya sukses.

Anjrit si Del. Ah, kalo lu cewe gw cium dah.

Si Del pengen habis2an. Itu inpiring gw banget, kalo gw selama ini nggak sepenuhnya mau mati di pertempuran gw. Gw belum bangga dengan kaki kuda yang ternagkat 2. Ambisi gw naik dan gw mau meledak.

Del, tahukah lo kalo gw jg pengan bikin patung dengan menunggak kuda dengan 2 kaki diangkat. Setingginya del. Dan gw juga akan merebut posisi piramida diatas.

 

Thanks for the short lunch.

Unintended Muse

In Sehari-hari, Terlintas on November 26, 2007 at 1:38 pm

Lagi seneng sama Muse nih. Untuk lagunya bisa didengerin di http://hanism.imeem.com/music/K8QBVgWo/muse_unintended/

Unintended

You could be my unintended
Choice to live my life extended
You could be the one I’ll always love
You could be the one who listens to my deepest inquisitions
You could be the one I’ll always love

I’ll be there as soon as I can
But I’m busy mending broken pieces of the life I had before

First there was the one who challenged
All my dreams and all my balance
She could never be as good as you

You could be my unintended
Choice to live my life extended
You should be the one I’ll always love

I’ll be there as soon as I can
But I’m busy mending broken pieces of the life I had before

I’ll be there as soon as I can
But I’m busy mending broken pieces of the life I had before

Before you

10 alasan tidak menggunakan busway):

In Sehari-hari, Terlintas on November 23, 2007 at 2:35 pm

Tips ya kalo ke jakarta (10 alasan tidak menggunakan busway):
1. Gunakan non busway untuk jarak pendek dan menengah, lebih hemat dan bisa ditawar (kalo ngotot bisa seribu perak).
2. Non busway bisa duduk, busway bergelantungan.
3. Khusus cowo: Non busway pake prinsip siapa cepet dia dapet, busway berprinsip wanita nomor 1 dan bisa duduk.
4. Gara2 busway pendapatan non busway berkurang, bisa jadi sumbangsih kita buat mereka. Kasian kan anak-sitri mereka.
5. Non busway ada hiburan, kalo beruntung bisa belanja murah ala bis jakarta (bahkan bokep bisa didapatkan kalo anda beruntung).
6. Udara non busway lebih seger, udara busway dingin dan bikin kepala sakit
7. Busway mahal
8. Non busway gak desak2-an dan nunggunya gak lama.
9. Non busway bisa berhenti dimana pun, termasuk lapu merah ato ditengah prempatan.
10. Di Non busway permintaan kita dipenuhi, di busway, kita yang ikut jalur.

Jadi, busway menangnya pas macet doang.

Cheers,

Fujiwara Kazuma

Gosip itu palsu

In Sehari-hari on November 22, 2007 at 3:57 pm

Hihi… gw jadi seleb IT di PU. Bukan seleb biasa, tapi jadi gosip. Entah kenapa nih, gw diisukan kerja di singapura (amiin sih…, amiin). Angkatan bawah gw, pada bicarain itu. Da…n akhirnya sampai ke gw lewat Ayu (tahukah engkau Yu, ada yang lagi ngomongin kamu terus tiap malem, gw yang jadi korban curhat nee…eh, bales napa SMS-nya).

Btw, tentang gosip singapura itu, gw tegaskan kalo gosip itu palsu. Jangan-jangan nanti juga ada yang muncul pertanyaan: “Memangnya bener itu bang abang selingkuh sama Maia?”. “Abang bener udah cerai?” Halah jadi gak penting kan, kawin aja belum.

Btw, thanks atas ke-care-an temen2. Tapi, anda masih mendapati Saya masih kerja di Indonesia. Di Inersia Cipta. Ya…ah, sekian konfirmasi saya.

 

Tararenkyu,

Azmi

Komentar buat Pak Yusril

In Ragam, Sehari-hari on November 8, 2007 at 5:30 pm

Pak Yusril itu jago silat. Silat lidah… Hehe, kalo udah di tv saya selalu terkagum-kagum dengan komentar-komentar beliau. “Assiiik…. Kere….en. Ih, gilla…. Ampun..” itu bisikan-bisikan saya pas mendengarkan komentar Pak Yusril.

Semoga aja dengan ada blog nantinya bisa counter yang negatif-negatif dari media. Mumpung ngeblog gak dilarang. Bicara aja apa adanya.

Blog juga kalau menurut saya bisa mendekatkan antara suatu figur dengan penggemarnya. Contohnya blognya www.radityadika.com, seoarang penulis yang sekarang begitu dekat dan akrab dengan penggemarnya. Blog itu seperti punya ikatan emosional, walaupun kita tidak bertatap langsung dengan orangnya. Kali aja nih kalo ada udang dibalikk batu bisa menghimpun masa buat pencalonan president berikutnya. Hehe…

Ayo… lanjutkan….

Cheers,

Azmi

 

(sebenernya sih ada di sini)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.